Saturday, 29 September 2018


MENUMBUHKAN JIWA PATRIOTISME DALAM
DIALEKTIKA KEILMUAN MAHASISWA
by : Rizki Mulyadin



“Jiwa patriotisme tanpa ditumbuhkembangkan hanya akan menjadi pengusul perubahan tetapi tidak menjadi penggerak dan peserta pergerakan tersebut, hanya akan menjadi orang yang menikmati hasil tanpa berusaha.”

Pertumbuhan merupakan suatu hal yang wajar dalam kehidupan mahluk hidup, merupakan suatu proses alami yang dialami oleh mahluk hidup dalam mencapai kematangan individu yang dewasa. Manusia sebelum mencapai individu yang matang, harus melewati proses pertumbuhan sebagai syarat menjadi pribadi yang dewasa, setelah dia melewati proses ini maka seseorang tidak lagi bisa kembali pada keadaan yang sebelumnya kerena memang ciri dari pertumbuhan itu sendiri tidak dapat kembali ke asal (irreversibel). Ini merupakan kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan kerena pada hakikatnya manusia sebagai bagian dari mahluk hidup yang secara alamiah akan mengalami transformasi pada kesempurnaan fisik maupun pembenahan jiwa.
Kata “mahasiswa pun merupakan transformasi dari berbagai jenjang pendidikan formal sebelumnya. Keunikan dari mahasiswa tidak lebih dari kata “maha” yang mendampinginya. Biasanya kata “maha” ini disandingkan dengan nama-nama terbaik Allah yang beberapa diantaranya adalah: Maha Pemaaf, Maha Pemurah, Maha Pengasih. Kata “maha ini untuk membedakan dengan manusia yang memiliki sifat pemaaf, pemurah, pengasih., bahwa di atas sifat manusia yang pemaaf, pemurah, pengasih, masih ada yang lebih pemaaf, pemurah, pengasih., yaitu pemilik sifat maha dari segala sifat terindah manusia tak lain ialah Allah.
Lalu untuk membedakan siswa dengan mahasiswa tidak lain diantaranya ialah dialektika (KBBI: hal berbahasa dan bernalar dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah) suatu ciri khas dari mahasiswa sebagai pembawa perubahan dalam tatanan sosial. Walaupun identitas pembawa perubahan ini tidak diberikan oleh masyarakat tetapi identitas ini akan secara otomatis melekat ketika kita mendapatkan kata “maha” dari sebelumnya siswa.

Menumbuhkan jiwa patriotisme
Patriotisme merupakan salah satu bagian dari idealisme dalam hakikat manusia. Patriotisme bukan bagian dari materi, karena sifat patriotisme ini lahir dari rasa cinta akan tanah air, lahir dari perasaan memiliki tanah air dan siap mengorbankan diri untuk membelanya.
Rasa simpati masyarakat khususnya para kaum mudanya yang memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi sehingga mereka akan sangat terganggu oleh perilaku pihak manapun baik dari dalam maupun luar negeri yang merugikan kepentingan bangsa dan negara dan siap berdiri di depan untuk menghadapi para pengganggu.
Kejayaan suatu negara dapat diraih jika sumber daya manusianya memiliki mutu yang tinggi. Jiwa patriotisme yang begitu ideal ketika ditopang oleh pengetahuan yang mendalam dan pasti, yang Wetheimer istilahkan dengan wawasan (insight). Membela tanah air dengan otak lebih baik dari pada dengan otot. Pendidikan formal sebagai pemupuk jiwa patriotisme seharusnya menekankan wawasan peserta didik bukan hafalan dan ingatan buta yang mengorbankan pemahaman.
Jika penekanan pemahaman ini terjadi pada semua pemuda bangsa ini, maka tidak perlu Ir. Soekarno yang memimpin para pemuda untuk mengguncang dunia tetapi para pemuda-lah yang memimpin anggotanya untuk mengguncangkan dunia ini. Jika jiwa patriotisme yang ideal ini tumbuh dari sekarang maka pemuda berikutnya akan menjadikannya modeling untuk perilaku berikutnya.

Mahasiswa Sebagai Pembawa Perubahan
Mahasiswa adalah kelompok penggerak dalam perubahan seperti yang sedikit dibahas di muka, dengan jiwa patriotisme yang dimiliki yang digabungkan intelektual sehingga pergerakan yang dilakoni akan memberikan kesan. Maka dari sinilah terjadi keresahan jika para pemuda-pemuda, khususnya mahasiswa, tidak memiliki jiwa patriotisme maka punahlah para penggerak perubahan yang intelektual.
Salah satu kekhawatiran nyata bagi kemajuan bangsa ini adalah pemakaian narkoba yang dapat merusak kesadaran (concious) pemuda-pemuda bangsa ini, narkoba menjadi salah satu faktor utama mundurnya bangsa ini karena kemajuan bangsa tergantung dari penerusnya saat ini. Secara spekulatif bisa dikatakan para pemakai narkotika adalah mereka yang membunuh jiwa patriotismenya.
Para intelektual yang patriotisme sejatinya tidak akan melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri lebih-lebih merugikan masa depan bangsa, karena pembawa perubahan adalah intelektual, intelektual harus dimiliki oleh seorang yang patriotisme dan seorang yang patriotisme harus membawa perubahan. Para pemuda-pemuda khususnya Mahasiswa yang intelektual dan berwawasan tidak akan menggunakan narkoba karena mereka secara sadar sebagai pembawa perubahan.


Editor : Bernas Wiraning




No comments:

Post a Comment